Artikel Terbaru

Friday, October 14, 2016

Catatan Akhir Tahun Magnet Tahu Baru 2016 dan Amplitudo Tahun 2015

Arah jarum jam terus bergerak, detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu yang berjumlah 52 , sampai bulan demi bulan yang berjumlah 12 menapaki penghujung tahun.

Hari ini, Kamis tanggal 31 Desember 2015 menjadi hari spesial menurut Kalender Masehi penutup tahun dan esok hampir 14 jam lagi saat status ini ditulis akan memasuki tangga tahun baru 2016.

Tahun 2015 hampir usai berderet-deret kisah telah tertulis dalam memori suka dan duka,dengan berbagai drama kehidupan yang telah dilalui,

Cerita kekalahan dan kemenangan adalah hiasan alam semesta yang sudah ditaqdirkan Sang Maha Pencipta Jagad Raya ini

Kita hanya berusaha seoptimal mungkin malakukan ikhtiar sekuat tenaga dan pikiran dengan ilmu pengetahuan , tak bisa dilupakan nilai nilai religi yang menjadi benteng dan pengarah dalam mengarungi kerasnya amukan badai kehidupan ini.

Menyikapi tahun ini dengan evaluasi dan menganalisa semua yang telah dilalui menjadi referensi agar kelak ditahun baru dapat lebih bijak, santun , toleran dalam berpikir, berucap dan bertindak agar mampu mengekplorasi potensi diri yang ada

Setiap manusia dikarunia kekuatan dan pesona hidup yang berbeda-beda. Berbeda daya voltase dan imunitas dalam menyikapi , mengelola setipa area konflik yang dihadapinya.

 Esensi dari seluruh komoditas hidup dan kehidupan adalah sikap berbagi , sikap bermusyawah sikap silaturahim mencairkan kebekuan ego yang mendera personal yang kadang tanpa disadari menjadi belenggu enggannya saudara, sahabat, untuk singgah menjenguknya.

Cahaya pribadi yang cerdas dengan kemapuan Inteltual Quetiont (IQ) akan mengahdirkan pribadi brilian merespon sinyal-sinyal disekitar hidup kiat.

IQ tinggi menjadi modal awal sebagai anugerah Tuhan yang harus diabdikan dan diabadikan untuk kebersamaan jagad raya (rahmatan lil ;alamin).Banyak pemilik IQ tinggi seakan menjadi tuan sendiri di muka bumi.

Seolah orang lain menjadi rendah martabatnya. IQ bukanlah sugala-galanya, karena banyak manusia dengan pendidikan S1,S2,S3 menjadi terasing dari lingkungannya,

Mereka lupa bahwa kampus mereka yang bernama Universitas adalah Jagad Alam Raya seisinya. Ia bermanfaat bagi manusia ,tumbuh-tumbuhan, hewan dan seluruh jagad seisinya baik yang bernyawa dan tak bernyawa menjadi tenteram bila berada disampinya.

Sudahkah kita punya IQ, tentu tidak adalagi pengendali emosi yang meledak-ledak sering kali membuat kepongahan dan kebodohan yaitu Emotional Quetiont.

Mengendalikan Emosi menjadi kunci menjadi pribadi unggul ,mampu bersikap toleran dalam menyikapi perbedaan, baik perbedaan latar belakang ekonomi, pendidikan, agama, budaya.

Manusia dengan Emosi terkendali adalah manusia bijak ,manusia paripurna mampu menaklukkan nafsunya. Karena sumber kekacauan di dunia ini bermula dari pecahnya pribadi yang emosi liar tak terkendali dengan baik.

IQ dan EQ perlu dilengkapi Spiritual Quetion (SQ) agar menuju tangga teringgi dibimbing oleh nilai-nilai religi yang bersumber dari Agama, Apa artinya IQ dan EQ tinggi tidak didukung kekuatan spiritual akan menjadi pribadi yang mudah teralienasi, frustasi, stress, karena tak mampu menemukan arah hidup. Split Pesonality.

Kematangan dalam menapaki kehidupan seperti seorang pendaki gunung yang menaiki dari lembah bukit sampai ke puncak gunung menghadapi rintangan dan tangan yang berat.

Mendang yang ganas, curam, hutan yang dipenuhi hewan-hewan ganas, juga bebatuan belumut disertai cuaca yang dingin bersalju membutuhkan daya tahan dalam mencapai puncak.

Kecerdasan Rintangan Adversity Quetiont (AQ) menjadi paramter dan barometer manusia paripurna , Manusia Paripurna dalam teks Post Modern adalah manusia yang berkekauatan IQ tinggi, EQ terjaga, SQ brilian dan didukung AQ yang mampu bertahan dari gempuran-gempuran arus globalisasi tanpa tercerabut dari akarnya.

Menjadi manusia Jawa, Sunda, Batak, Bugis, Aceh, Papua dll tetap eksis dengan asesoris warna lokalnya dalam wadah Nasional dan berbaur dalam masyarakat iternasional tanpa minder ,tanpa rendah hati

Karena ia meyakini Tuhan Yang Kuasa menciptakan manusia itu sama, karena mnausia yang mulia adlah manusi yang bertaqwa,

Harapan tahun baru dengan gagasan yang menjulang merupakan aset terbesar menghadapi geliat pertarungan esok hari. Daya tarik tahun baru dengan puluhan, ratusan bahkan ribuan peluang memerlukan pasokan-pasokan energi hidup yang lebih kokoh.

Rasanya ledakan gempa hidup tahun ini dengan dentuman amplitudo yang sering memerahkan mata, mencairkan mata tangis akan segera berakhir dengan untaian kegembiaraan

Pesta Pora Tahun Baru 2016 nanti malam bukanlah hingar bingarnya musik cadas,musik dnagdut atau ledakan kembang api denga terompetnya. Terompet menjadi pengingat bahwa hidup ada akhirnya seperti

Kalender 2015 yang akan dilepas dipajangannya dinding rumah atau tenpat dimana dipasang, Manusia laksana kalender yang akan segera ditinggalkan apabila tak mampu bersinergi dengan seluruh makhluk alam semesta tanpa memberi manfaat pada sesama.

Tahun 2016 menjadi start memulai aktivitas baru, agar lebih baik dari tahun 2015 Manusia merugi namanya jika tahun 2015 dankelak tahun 2016 sama post saldonya atau minus di tutup buku kalender tiap tahunnya.

Mengahadapi tahun baru tetap menjaga tertib , tertib beribadah, tertib bekerja, tetap berlalu lintas, tertib beretika. rasanya menjadi indah tahun baru dengan genggaman prestasi buah dari inovasi tahun yang lalu.
Selamat Tinggal Tahun 2015
Selamat Tahun Baru 2016
Karangnnangka 31 Desember 2015

0 comments:

Post a Comment