Artikel Terbaru

Friday, October 14, 2016

Catatan Kang Mul Berburu Durian Lokal Banyumas Durian Susu,Baseh (Durio zibhetinus,Murr)

Durian Susu menjadi obyek penjelajahan berburu durian lokal Banyumas berikutnya Di bawah lereng G, Slamet tepatnya Desa Baseh Kecamatan Kedungbanteng ,Kabupaten Banyuams ,setelah mendapatkan informasi dari pedagang durian Grumbul Rabuk namana Kang Sugeng,Kang Sugeng berjualan durian lokal dari berbagai macam vareitas durian lokal yang ia borong dari pohon buahnya ( tebas=bhs bms). Lelaki muda yang baru berusia 30-an itu sudah lama menekuni dagang buah durian dan buah lainnya sesuai dengan waktu panen atau musim buah tiba.
Nyasar sana ,nyasar sini ngobrol seputar sisa-sisa pohon durian lokal yang berusia ratusan tahun yang mungkin masih tumbuh dan berbuah menajdi ajang perbincangan sembari menunggu hujan reda. Secangkir kopi menemani obrolan buket alias pulen kaya rasa durian. Maklum musim durian hampir usai sehingga di lapaknya tak satupun bauah durian yang ada tupukan kulit durian yang menggunung dan biji-bjinya berserakan di depan halaman rumahnya.
Rumahnya terletak dipinggir jalan raya menuju obyekk wisata Batur Agung, sangat strategis untuk memasarkan dagangannya.Kang Sugeng tanpa sungkan menuturkan keberadaan Durian Susu, katanya rasa dan aroma buahnya sangat enak dan menjadi incaran para pelanggannya yang datang dari kota Purwokerto dan sekitarnya..Rasa penasaran menyeruak untuk segera melihat pohon Durian Susu tak tertahankan. Untung saja hujan telah reda sehingga kupuskan segera hengkang dari rumah Kang Sugeng menuju kebun tempat Durian Susu berada,
Wow...letaknya di sebelah kuburan ,kira2 1 km dari rumah Kang Sugeng,,pelan-pelan menyusuri jalan desa yang beraspal menuju kuburan ,Sepedea Motor Supra X 125 keluaran 2006 membawaku meliuk-liuk menyusuri jalan yang berkelok kelok. ,anpa terasa sudah sampai di depan tanah Kuburan ,,Pohon -pohon besar menjadi penghias tempat pemakam umum (TPU) desa itu .Nyes,,banget rasanya sendirian berada di temapat sunyi sepi yang ada suara burung yang bersiul bersautan dan suara angin yang manyapu dedauan serasa makin menenggelamkan suasana.
Menengok ke sebelah kiri Kuburan, melangkah-setapak-demi setapak melewati tanah llicin yang baru saja terguyut hujan menjadi tantangan kalau nggak hati2 bisa jatuh,,,Trus siapa yang mau nolongin. Benar juga nih,,, info Kang Sugeng .persis 100 m dari kiri Kuburan , berdiri kokoh dan gagah pohon Durian Susu. Seneng banget melihat pohon Durian Susu yang tinggi dan batangnya besar serta daunnya rimbun,
Tapi sayang,,,,nggak bisa berbuat apa-apa ,mengambil daunnya aja sangat susah karena cabang terbahan pohon Durian Susu dari tanah jarajnya 4 m, mana mungkin bisa menaiki pohon kalau tak dibantu dengan tangga atau sige.Puas juga meihat bertemu dengan pohon Durian Susu meskipun tak mendapatkan bahan yang dapat kubawa untuk mengumpulkan data morfologi atau Deskripsinya,paling tidak suatu saat akan kemabli kesini melihat bunga,buah dan buahnya...Ya Sabar Menanti..kaya nama Warung Padang aja.
Sepulang rumah kubuka semua literatur Durian, adakah kesamaan Durian Susu yang tumbuh di desa Baseh dengan di Penang Malaysia, atau Riau atau Kalimantan, Papua atau Jawa Timur. Masih butuh penelitian, inventarisasi dan karaktersasi agar dapat menemukan persamaam dan perbedaanya. Terlalu dini menyimpulkan sama atau beda karena belum full data2 morfologi yang kukumpulkan dari varietas Durian Susu yang tumbuh di Banyumas..Mungkin para pakarnya jauh lebih tahu.

0 comments:

Post a Comment