Artikel Terbaru

Friday, October 14, 2016

Catatan Kang Mul Berburu Durian Varietas Lokal Banyumas Durian Si Karsim (Durio zibethinus,Murr)

Mendung hanya sebentar memayungi bumi,ya cuma sekejap gumapalan-gumpalan awan mengahiasi langit,berarak-arakan hilang disapu angin. Sore menjadi cerah kembali dengan sisa sisa cahaya mentari,karena beberapa jam lagi Sang Mentari bakal merebahkan diri di peraduannya untuk esok hari. Kunyalakan sepeda motor setiaku Honda Supra X 125 wetonan 2006 menjadi teman menjelajahi petualangan berburu durian di desa-desa wilayah Kabupaten Banyumas. Menjelang senja sehabis Sholat Asyar kuputuskan menuju Desa Kebumen Kecamatan Baturaden yang beberapa bulan yang silam kujelajahi Hutan Maron dan Muntang dimana aku menemukan ratusan pohon durian yang berjajar tumbuh baik yang masih berumur 1 th sampai ratusan tahun.
Desa Kebumen sangat pantas dan layak diberi label Kampung Durian Lokal Banyumas.dibandingkan dengan desa-desa yang pernah kusinggahi seperti desa-desa di Kecamatan Kemranjen, Tambak, Sumpyuh,Pekuncen, Colongok, Kedungbanteng.Tak ada yang membantah bila sudah menjeljahi Desa Kebumen yang pemukiman penduduknya lebih kecil dari Hutan Rakyat dan sawahnya Bukan hanya pohon durian yang ditanam warga setempat, pohon manggis, dukuh,mangga rambutan, dll juga ditanam baik di halaman rumah, belakang rumah, pekarangan, hutan rakyat juga ada yang ditanam di tengah-tengah sawah seperti milik Pak Alam.ia menanam Pohon durian lokal di tengah sawah berdampingan dengan kolam ikan .
Sejenak menoleh kearah rerimbunan daun-daun yang menjulang dari kejauhan, mataku tak berkedip sedikitpun memotret pohon yang kupastikan pohon durian . Segera kularikan sepeda motorku menuju dimana pohon itu berada, Berbelok ke kakanan dari jalan raya Kebumen menuju arah Mts Al Masruriyah milik Pondok Pesantren Al Masruriyah .Cuma 100 m dari pertigaan jalan raya berbelok kekanan melalui jalan setapak paving box karena dikanan kirinya rumah-rumah warga grumbul Patrapbalas
yang padat pemukimannya. Sampailah di rumah terkahir ,kuparkirkan sepeda motorrku, bergegas menuruni tangga batu menerobos pohon-pohon yang menghiasi pekarangan penduduk.
Sampai juga di kebun Pak Karsim, Pohon Durian yang ditanaman Pak Karsim sejak ia masih kanak diperoleh dari biji Kebun milik Pak Mujarir saat bermain besama-sama teman-temannya dahulu. Pak Karsim mengambil bijinya lalu ditanam di pekarangan yang letak 50m dari rumah tinggalnya. Masih terngiang saat menanam biji-biji durian yang tanpa terasa telah tumbuh besar dengan Bentuk batangnya bulat , berdiameter 90 cm tinggi menjulang 20-25 m dan telah berbuah berkali kali, sudah lupa kapan mulai berbuahnya. Permukaan daun atasnya berwarna hijau tua, permukaan daun bawahnya berwarna kuning emas.
Ketika kutanyakan nama duriannya , Pak Karsim hanya menjawab " Mboten ngertos namine " (Tidak Menganal namanya) ya hampir semua masyarakat dimana saja dengan praktisnya bialng durian, karena tak begitu paham antara varietas durian .Tapi itu tidak salah karena pemahaman tentang pohon durian tidak terlalu diperhatikan, Menurut Pak Karsim , buah duriannya rasanya sangat enak berbentuk bulat,warna kulirnya hiaju kekuning-kuningan , daging buah duriannya berwarna kuning orenz, pulen tak berair ,bijinya kecil kulit buahnya tipis,bobot buahnya 3-5 kg membikin penasaran untuk mencicipinya. Sayang kunjungan ke pohon durian dan rumah Pak Karim tan menemukan satu buah durianpun hanya biji-binya yangg mulai bertunas.
Tak apalah hanya mendapatkan daun-daun yang kubawa pulang kerumah untuk teliti morfologi daunnya, satu langkah lumayan sembari menunggu pohonnya berbunga, berbuah sekitar bulan Oktober kelak, Pak Karsim menyilahkan penulis untuk datang ke pekarangan kapan waktunya tentunya saat durian miliknya mulai berbunga, dan berbuah.Durian milik Pak Karsim di grumbul Patrapbalas ternyata belum bernama ..ah..aku bilang sama Pak Karsim ,kuberi nama saja Durian Si Karsim, ia cuma senyum renyah didampingi istrnnya yang duduk dibelakangnya.
Satu lagi varietas Durian asal Kampung Durian Lokal Banyumas berhasil kutemukan.. namanya:.
DURIAN SI KARSIM

0 comments:

Post a Comment