Artikel Terbaru

Monday, November 27, 2017

Catatan Kitab Kuning Kang Mul Kitab Tafsir Jalalain. Karya Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Imam Jalaluddin al-Suyuthi



Tafsir Al Jalalain atau lebih dikenal dengan sebutan Kitab Tafsir Jalalain merupakan Kitab tafsir al-Qur'an karya Imam Besar dengan nama Jalal (Jalalain) sebagai penanda nama sebuah kitab..

Dua Imam Besar penulisnya bernama: Imam Jalaluddin al-Mahalli dan Imam Jalaluddin al -Suyuti. Awalnya Tafsir Jalalain ditulis oleh Imam Jalaluddin al-Mahalli dmulai  dari surat Al-Kahfi sampai dengan surat an-Nas.Kemudian menafsirkan surat al-Fatihah sampai selesai, sesudah menyelesaikan tafsir surah al-Fatihah beliau wafat sehingga beliau belum selesai menafsirkan surat-surat al-Qur'an sesudahnya.

Karya Imam Jamaluddin al Mahalli yang awalnya bernama kitab "Tafsir al Qur'an al-'Adzim" yang belum selesai dan dipublikasikan secara luas, lalu dilanjutkan oleh muridnya Imam Jalaluddin al-Suyuti .

Imam Jalaluddin al-Suyuti menafsirkan al-Qur'an yang dimulai dari awal surah al-Baqarah sampai dengan akhir surat al-Isra dengan pola dan gaya yang sama sebagaimana yang ditulis oleh Imam Jalaluddin al-Mahalli.

Kitab ini terbagi atas dua juz, Juz yang pertama berisi tafsir al-Qur'an surat al-Baqarah sampai surah al-Isra' yang disusun Imam Jalaluddin al-Suyuti .

Sedangkan juz yang kedua berisi tasfsir al-Qur'an surat an-Nas ditambah surat al-Fatihah yang disusun oleh Imam Jamaluddin al Mahalli.

Alasan surat al-Fatiah diletakkan diakhir adalah supaya letaknya berurutan sesuai dengan karya tafsirnya Imam Jalaluddin al-Mahalli dalam kitab Tafsir Jalalain ini.

Tafsir Jalalain ditulis dengan menggunakan pendekatan bi al-ra'y yaitu penafsiran al-Qur'an berdasarkan ra'y dan ijtihad. Maka logis bila Mana' Qaththan dalam kitabnya " Mabahiits fi :Ulum al-Qur'an" mengkategorikan kitab Tafsir Jalalain ke dalam kitab tafsir bi al-ra'y

Kitab Tafsir Jalalain ini sangat masyhur dikalangan Pondok Pesantren di indonesia yang menjadi rujukan dan pegangan dasar dalam belajar-mengajar ilmu tafsir al Qur'an. oleh karena isinya ringkas, padat dan mudah dipelajari.

Disamping itu Tafsir Jalalain menjadi bahan kajian dan penelitian para ulama-ulama terdahulu diantaranya: seperti Syaikh Ahmad Al-Sahwy al-Maliky dalam tulisan Kitabnya "Hasyiyatual' Alalamatu al-Shawi 'ala Tafsir wal Mufassirun Fi Tsaubih al-Jadid, Dr.Muhammad Sayyid Husein al-Dzihabbi (w,1398) dalam al-Tafsir wa al-Mufassirun,dll.

Kitab Tafsir Jalalain menjadi satu-satunya Kitab Tafsir yang disusun dua orang dengan nama yang sama Jalaludin, dalam waktu yang berbeda pula serta mempunyai kunikan dalam penulisannya.


Berikut Biografi Dua Muffasir penulis Kitab Tafsir Jalalain:

1. Imam Jalaluddin Al Mahalli.

Nama asli Imam Jalaluddin al-Mahalli adalah Muhammad ibnu Ahmad ibnu Muhammad ibnu Ibrahim ibnu Ahmad ibnu Hasyim al Mahalli al-Mishriy Al-Syafi'i dilahirkan di kampung Mahalli  ,Cairo Mesir pada tahun 791 H/1389 M.

Kampung Mahalli terletak disebelah barat Cairo,Mesir yang tak jauh dari sungai Nil. Nama Kampung Mahalli dikemudian hari melekat pada diri Imam Jalalludin.

Imam Jalaluddin Al-Mahalli sangat unik saat memulai penulisannya ,dengan memulai menulis tafsir ayat ayat Al-Qur'an Surat Al Kahfi yang terletak dipertengahan Juz 15 terus bergeser ke belakang sampai Surat An-Nas.

Seusai menafsirkan Surat Al-Fatihah, Imam Jalaluddin Al Mahali dipanggil oleh Alloh SWT pada tahun 864 H/1459 M sehingga tafsir Al-Qur'an yang ditulisnya belum lengkap seluruhnya.
Imam Jalaluddin Al-Mahalli adalah seorang ulama yang sangat luas menguasai berbagai ilmu agama Islam seperti fiqh,tauhid,usul fiqh,nahwu,sharaf,,mantiq,balaghah dll.

Ia belajar ilmu-ilmu agama Islam dengan berguru kepada Al-Badr Mahmud Al Aqsara'i, Al Buhan Al- Bajuri, Asy-Syams Al-Basati Al-Ala Al_Bukhari dan lain-lainnya.
Imam Jalaluddin Al-Mahalli dikenal sebgai seorang "alamah" paling terkemuka dikenal sangat pandai menguasai masalah-masalah agama islam,

Pada masanya Imam Jalaluddin Al-Mahalli dikalangan umat Islam disebut memiliki pemahaman sangat luar biasa dan digambarkan memliki kecerdasan laksana berlian bahkan melebihi kecemerlangan berlian.itu sendiri.

Dikenal sebagai tokoh yang sangat konsisten kepada pemahaman ulama Salaf, sangat saleh wira;i, serta tetap berjuang tak pantang menyerah menghadapi cacian banyak orang dalam membela kebenaran ,teguh pendirian dan terus menerus giat menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar semasa hidupnya

Imam Jalaluddin Al-Mahalli tak gentar dan takut mnghadapi penguasa zalim dia tetap berpegang teguh pada kebenaran yang diyakininya.

Banyak pejabat penguasa yang datang berkunjung kerumahnya, namun Imam Jalalludin Al-Mahali laksana tembok karang yang tak terpengaruh oleh penguasa.bahkan pejajabat penguasa tidak diperkenankan menemuinya.

Imam Jalaluddin Al-Mahalli tak bergeming sedikitpun saat ditawari penguasa Kerajaan pada saat itu untuk memangku jabatan Qadi terbesar di negerinya.Ia tetap setia dan memilih eksis memegang Majelis Tadris Fiqh di Al-Muayyadiyah dan Al-Darquqqiyah

Beliau dikenal sebagai penulis kitab yang sangat terkenal dikalangan masyarakat keilmuan dan umum karena karya-karyanya menjadi rujukan dan pegangan dalam belajar-mengajar.

Salah satu kelebihan karya Imam Jalaluddin Al Mahali adalah gaya bahasanya sangat ringkas, data-datanya lengkapdan terseleksi ungkapannya fasih, uraiannya dan penyelsesainnya sangat jelas.

Karya -karya Imam Jalalludin Al Mahalli diantaranya adalah Syarah Jam'ul Jawami' Fil Usul, Syarah Al-Minhaj (bidang Fiqh), Kitab Jihad Mukhtashar al-Tanbih(tentang Fiqh Syafi'i) ,Syarah thasil al-Fawaid,wa Takmil al-Maqhasid (bidang Bahasa) dan Syarah Al-Waraqat (tentang ususl Fiqh) ,dan Tafsir Jalalain .

2.Imam Jalaluddin al-Suyuthi

Nama lengkapnya 'Abdul Rahman ibnu Abi Bakar ibnu Muhammad ibn Sabiq al-Din al-Imam Jalal al-Din al-Suyuthi Mishiry Al-Syafi'i lahir pada tanggal 1Rajab 849 H beretepatan dengan tanggal 4 Oktober 1445 M,atau 15 tahun sebelum meninggalnya Imam Jalaluddin al Mahalli,

Imam Jalaluddin al Suyuthi meninggal dunia pada malam Jum'at 9 Jumadil Awal 911 H bertepatan dengan 17 Oktober 1505 M dirumahnya, pada usia 62 tahun.

Orang tuanya meninggal saat beliau berusia 5 tahun kemudian pengasuhannya di wasiatkan kepada para ulama,antara lain al-Kamal ibnu Hamman

Sejak kecil beliau tergolong anak jenius bahkan pada usia 8 tahun sudah hafal al-Qur'an diluar kepala dan mampu menghafal banyak hadist.

Beilau belajar ilmu agama Islam dengan mengembara ke berbagai pusat-pusat studi keislaman diantaranya negara Syam,Yaman,India,Maroko dan Hijaz menjadi daerah tujuannya mencari ilmu. Banyak sekali gurunya ,menurut muridnya Ad -Daudi ,Imam Jalaluddin al Suyuthi memiliki guru sebanyak 51 guru,

Kejeniusaannya membuat Imam Jalaluddin al Suyuthi sewaktu masih menjadi pelajar mendapat julukan "Ibnu al Kutub" sebuah julukan mirip dengan kegemaran membaca "Kutu Buku" oleh karena beliau sangat rajin bahkan tergolong maniak membaca sehngga menguasai berbagai ilmu keislaman.

Kemampuan Imam Jalaluddin al Suyuthi sangat luar biasa dalam berbagai bidang yang dmilikinya, Disamping mengajar ilmu agama Islam belaiu juga pandai menulis buku dari berbgai ilmu

Kegiatan menulis sudah dialakukan saat beliau berusia 17 tahun sehingga tergolong penulis produktif karena mempunyai kemampuan penguasaan bergabai ilmu sehingga sangat mendukung melahirkan karya-karya tulisnya.

Menurut para sejarawan maupun menurut muridnya Ad Daudi karya -karya tulisan Imam Jalaluddin al-Suyuti kurang lebih mencapai 571 ,berupa tulisan karya besar ,buku-buku kecil maupun karangan pendek.

Karya Imam Jalaluddin al-Suyuthi sampai hari ini masih menjadi rujukan atau referensi utama di Pondok Pesantren,Perguruan Tinggi Islam ,Sala satu karya monumentalnya yang sudah dikenal luas Kitab "al-Itqon fi Ulum al-Qur'an dan ad_Durr al-Manshurfi tafsiri bia al,Mansur".

Karya-karyanya antara lain.al Durr al-Mansur fi al-Tafsir bi al-Ma'tsur 12 jilid,besar ( bidang 'ulumul Qur'an) ,al-Itqan Fi 'Ulumul Qur'an 2jilid (bidang 'Ulumul Qur'an) Asbab al-Nuzul (bidang 'Ulumul Qur'an) al Jami'ush Saghir (bidang Hadist) , Al Jami;ul kabir ( bidang Hadist),Tanwirul al-Hawalik 'ala al-Muwatha' (bidang Hadist) al-Minhaj wa Jam'al -jawami (bidang ushul Fiqh), Tadrib al-Rawi Fi Sh Tadrib al-Nawawi ( (bidang Mustholah Hadist), Al -Asybah wan Nazhair (bidang Fiqh) Jam'al Jawami' Fin Nahwi Wat Tasrif (bidang bahasa) Syarh al-Fiyah ibn Malik ( bidang Bahasa), al-fath al-qarib Fi Haasyi Muhgni al-Labib (bidang bahasa), dan Tubaqat al-Huffadh (bidang Sejarah) dan ll


Karangnangka, 18 Agustus 2016

Mulyono Harsosuwito Putra
Ketua Institut Studi Pedesaan dan Kawasan

Sumber:
Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuti ,Tafsir Jalalain ,terj Bahrun Abubakar,Jilid 1dan 2 ,Bandung:Penerbit Sinar Baru Algensindo ,2009
Manna' Khalil al Qattan, Studi Ilmu-Ilmu al-Qur'an,terj Mudazkir,Jakarta Litera Antar Nusa ,2001
Nashruddin Baidan,Metodologi Penafsiran al-Qur'an,Yoyakarta:Pustaka Pelajar Offset ,1998
Tim Penulis UNSIQ,Menelisik Keunikan Tafsir Klasik dan Modern,Wonosobo:Pascasarjana UNSIQ Wonosobo-Jateng,2012 

0 comments:

Post a Comment