Artikel Terbaru

Friday, October 14, 2016

Catatan Sepakbola Kang Mul Zinedine Zidane dan Mentalitas Juara Madrid

Keputusan manajemen Real Madrid memecat Rafael Benitez dan menunjuk Zinadine Ziidane terbukti benar adanya, pelan-pelan mantan pemain Real Madrid, Juventus dan Timnas Perancis itu mengantarkan Los Galacticos ke babak final Liga Champions Eropa 2015/2016 pada tanggal 28 Mei 2016 di Stadion San Siro Milan ,Italia markas klub AC Milan.
Kamis dini hari 05 Mei 2016 dihadapan publiknya Estadio Santiago Bernabeu ,Cristiano Ronaldo dkk mengubur impian allenatore Manuel Pellegrini dan armadanya mengantarkan Si Biru melangkah ke final untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaanya di Liga Champions Eropa berkat gol bunuh diri pemain tengahnya asal Brasil Fernando di menit ke 20.
Kemenangan tipis 1-0 sudah cukup bagi Madrid melangkah ke partai final berkah unggul agregat 1-0 karena dipertandingan pertama di Emirat Stadium ,Los Blancos bermain 0-0 dan menantang rival abadi sekotanya Atletico Madrid yang terlebih dahulu menggenggam satu tiket final setelah menyingkirkan Bayern Munchen lewat keunggulan agregat gol tandang.
Sukses Zizou ,membawa Madrid ke final merupakan prestasi tersendiri ditengah ketidakpercayaan beberapa pihak karena tidak mempunyai bekal cukup untuk menanangi klub sebesar Madrid karena minim pengalaman melatih sebuah klub.Zizou cuma pelatih Real Madrid B tak punya jam terbang,melatih, dan hanya menjadi asissten pelatih saat Jose Mourinho menangani Madrid, Carlo Ancelotti,
Pengalaman sebagai pemain di Cannes, Bordeaux,Juventus ,Real Madrid dan Timnas ditularkannya pada anak asuhnya dalam season latihan maupun saat pertandingan,Zizou berhasil memperbaiki kepercayaan diri pemain Madrid dengan pendekatan pribadi dan memperbaiki komunikasi dengan pemain yang menjadi biang terpuruknya Madrid di musim awal La Liga,
Skema 4-1-4-1 warisan dua pelatih pendahulunya Jose Mourinho dan Carlo Anceloti yang sangat melekat pada pemain Madrid dengan skuad yang ada sedikit dipoles dengan skema 4-2-3-1,Zizou juga menerapkan skema 4-3-3 mengubah formasi yang di usung Rafael Benitez dengan sentuhan-sentuhan 4-3-2-1 milik Carlo Anceloti dan menggunakan startegi bertahan ala Jose Mourinho dua mentornya yang sangat sukses melatih di berbagai klub.
Pengalaman sebagai pemain dan mendampingi dua pelatih berkelas di Eropa membuat skema, taktik dan startegi yang diterapkan sangat variatif disesuaikan dengan pemain yang ada.
Madrid ditangan Zizou masih berpeluang menggapai juara La Liga karena hanya berselsih satu angka dengan Bacelona dan Ateltico Madrid di posisi satu dan dua dengan nilai sama 85 namun Barcelona unggul head to head ,sementara Madrid duduk di peringkat tiga dengan nilai 84 dengan menyisakan 2 pertandingan lagi,
Memang peluang Zizou dan Madrid merengkuh gelar juara La Liga masih ada namun Barcelona berada di pole terdepan karena hanya berkosentrasi di La Liga dengan kondisi kebugaran pemain yang paling baik dibandingkan Madrid maupun Ateltico Madrid yang sudah terkuras di laga Liga Champions .
Apapun hasilnya Zinedine Zidane telah menunjukkan kepiawiannya menjadi sosok belatih berbakat yang terbukti mampu menanangi sebuah kllub besar dengan deretan piala domestik seperti Piala La Liga 32 kali , Piala Copa del Rey 19 kali , Piala Liga Champions 10 kali , Pila Dunia Antar Klub 4 kali dan akan lebih mentereng lagi membawa gelar juara La Liga atau Liga Champions akan menyamai prestasi Pep Guardiola yang sukses menangani bekas klubnya Barcelona.
Pertemuan Zizou dan Madrid adalah perkawinan antara dua bintang yang saling mengisi satu sama lainnya. Mentalitas Madrid sebagai pemegang mahkota terbanyak La Liga dan Liga Champions menandakan ada mutualisme simbiosis, Zizou membutuhkan Madrid sebagai ajang pembuktian kehandalannya menjadi pelatih hebat, mental juara Madrid sangat dibutuhkan Zizou melambungkan namanya dengan membawa Madrid ke level tangga juara.
Menangani klub sekaliber Madrid tidak gampang dengan sejarah panjang telah melengsengserkan pelatih berkelas meskipun pada musim lalu mempersembahkan gelar juara namun apanila dikemudian hari kurang mempersembahkan hasil tak segan segan pihak manajemen yang dikomandoi Florentino Perez tak segan-segan memecatnya .
Carlo Anceloti, Vicente del Bosque Manuel Pelegrini , Rafael Benitez merupakan contoh pelatih yang dipecat oleh Florentino Perez juga Jose Mourinho terpaksa harus mengakhiri percepatan kontrak kepelatihannya karena dianggap gagal.oleh manajemen Madrid,
Reputasi klub Madrid dengan koleksi gelar juara yang bgitu banyak dari berbagai event baik liga domestik, liga Eropa maupun ajang Internasional membawa seorang pelatih harus mampu mempersembahkan gelar juara karena dengan dukungan finansial yang cukup besar,
Real Madrid kini di era Zizou tengah menuju perburuan gelar ke sebelas , gelar terakhir diraih saat dilatih Carlo Anceloti tahun 2014 menggenapi La Decima ,Real Madrid sepanjang keikut sertannya di Liga Champions (dahulu Piala Champions) sudah melangkah ke partai final sebanyak 13 kali dengan tiga kali gagal dan hanya menjadi runner up yakni pada final 1961-1962,1963-1964,1980-1981
San Siro Milan Italia , akan menjadi ajang final Real Madrid yang ke 14 kalinya dan menjadi duel ulangan final Liga Champions 2014 , Pada duel derby Madrid pertama , Real Madrid berhasil menghancurkan Atletico Madrid dengan skor telak 4-1,meski Atletico Madrid lebih unggul 1-0 sejak babak pertama dan akhirnya buyar oleh tandukan Sergei Ramos di waktu tambahan.Perpanjang waktu menjadi milik Madrid dengan gelontoran tiga gol tan balas yang dilesakkan Cristiano Ronaldo, Garet Bale, dan Marcello.
Tidak mudah dalam Derby Madrid jilid 2 di San Siro 28 Mei 2016, Diego Simoene akan melakukan revans membalas kekalahannya pada tahun 2014 apalagi Zozou dianggap pelatih belum berpengalaman di partai final, Pertemuan menarik antara Real Madrid vs Ateltico Madrid menjadi sinyal betapa sepak bola Spanyol masih yang terbaik di ajang ini karena berhasil mendominasi tiga tahun berturut turut menjadi juara, 2014 Real Madrid, 2015 Barcelona dan 2016 milik Real Madrid atau Atletico Madrid?.Kita tunggu kehebatan Ziozu dan Madrid.
Karangnangka 05 Mei 2016
Mulyono Harsosuwito Putra
Institut Studi Pedesaan dan Kawasan

0 comments:

Post a Comment