Artikel Terbaru

Friday, October 14, 2016

LIR ILIR Ciptaan : Sunan Kalijaga


Tembang dolanan Lir Ilir yang sangat merakyat dan populer sejak jaman dahulu sampai kini merupakan ciptaan Sunan Kalijaga yang sarat mengandung ajaran marifat dan bernafaskan agama.

Lir lir, Lir Ilir tandure wis sumilir
Tak Ijo royo-royo, tak sengguh kemanten anyar
Cah angon- cah angon, penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu penekno,kanggo masuh dodotiro
Dodotiro-dodotiro, kumitir bedah ing pinggir
Dondomono jrumantana,kanggo sebo mengko sore
Mumpung jembar kalangane,mumpung padhang rembulane
Suraka surak horeee..........

Lagu Lir Ilir ini mengandung makna sebagai berikut:

Lir Ilir, lir ilir tandure wis sumilir
Makin subur dan tersiramlah agama Islam yang disiarkan oleh para wali dan mubbaligh

Tak Ijo royo-royo, tak sengguh kemanten anyar
Hijau adalah lambang dari agama Islam, dikira temanten baru. Agama Islam menarik perhatian masyarakat, dikira penganten baru,sebab Agama Islam baru dikenal masyarakat,

Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi

Cah angon atau pengembala adalah sebagai penguasa, yang menggembalakan rakyatnya.Hal ini orang yang menjadi pengembala rakyat,penguasa tanah Jawa, para Raja, Bupati, dan sebagainya., supaya lekas masuk agama Islam (menek;masuk mengambil buah blimbing).Pada umumnya buah blimbing mempunyai segi atau kulit yang mencuat yang berjumlah lima, yaitu dijadikan lambang Rukun Islam

Lunuyu-lunyu penekno kanggo masuh dodotiro

Walaupun licin,sukar, tetapi usahakanlah agar dapat (agama Islam), demi nantinya untuk mensucikan dodot. Dodot adalah sejenis pakaian yang dipakai orang-orang atasan (trahing ngaluhur) jaman dulu.Dodot atau pakaian menjadi lambangnya agama atau kepercayaan, karena bagi orang Jawa, agama itu sebagai ageman atau pakaian dan jaman dulu bila membersihkan pusaka menggunakan lerak,blimbing wuluh dan barang-barang yang serba masam.

Dodotiro-dodotiro, kumitir bedah ing pinggir

Pakaianmu, agamamu,, sudah robek porak-poranda,karena dicampuri kepercayaan animisme, dan bahkan upacara-upacara sex yang dianggap suci dan sakral (aliran Tantrayana dari sekte Bairawa, kepercayaan campuran animisme, purba, Hindu, Budha,yang menganggap Ma Lima sebagai hal yang suci).Agamau tidak berdasar wahyu, tapi tahayul.

Dondonomo jrumantana, kanggo sebo mengko sore

Agama yang telah rusak itu jahitlah (perbaikai) dengan agama islam, demi untuk seba, sowan atau menghadap Tuhan nanti sore, atau kalau kita sudah meninggal.
Mumpung jembar kalangane, mumpung jembar rembulane
Mumpung masih hidup, masih ada kesempatan bertobat kepada Tuhan.

Surak-suraka horeee
Bergembiralah kalian,moga-moga mendapat anugerah dari Tuhan.

Karangnangka 08 Mei 2016

Mulyono Harsosuwito Putra
Ketua Institut Studi Pedesaaan dan Kawasan

Sumber
Umar Hisyam, Sunan Kalijaga, Kudus;Penerbit Menara Kudus,t.th,

0 comments:

Post a Comment