Artikel Terbaru

Thursday, October 6, 2016

Situs Makam Dawa Grumbul Kedungbalung Desa Kebumen

Situs Makam Dawa merupakan salah satu tempat bersejarah yang ada di Desa Kebumen disamping Situs Makam Syekh Zakaria,Mangkubumi ,Adipati Kancing ,dan Jalan Nippon.

Situs Makam Dawa terletak di Grumbul Kedungbalung RT02 RW 03 disebuah bukit kecil seluas 100 ubin milik Pemerintahan Desa Kebumen

Letaknya 300 m dari jalan raya Desa Kebumen sesudah jembatan pertama dari arah Desa Karangnangka berbelok kekiri atau 200 m dari perempatan jalan raya dari arah timur berbelok kekanan.

Menurut penuturan Pak Narkam (65 th) warga grumbul Kedungbalung yang rumahnya berjarak 25 m dari Situs Makam Dawa bahwa kondisi lokasi situs sangat asri dan tertata rapi.

Namun kini kondisinya sangat memprihatinkan karena sudah mengalami kerusakan akibat tak terawat dan tak adanya juru kunci sesudah meninggalnya juru kunci terakhir Mbah Jaya.

Lokasi situs telah berubah menjadi areal lahan pertanian dengan ditanami beberapa pohon albasia dan pohon-pohon lainnya serta merubah posisi batu-batu makam yang berjumlah empat buah.

Empat makam dengan panjang 5 -6 m lebar 1,80 cm sudah mulai tak dikenali lagi karena mengalami perubahan akibat dipindah-pindahkannya batu,batu pembatas antar makam satu dengan makam lainnya.

Bahkan makam telah dibelah menjadi dua untuk jalan setapak menuju keareal lainnya,sehingga sudah sangat susah seklali melihat bentuk Makam Dawa yang berjumlah empat buah karena sudah tak beraturan lagi

Situs Makam Dawa Aslinya

Kondisi asli Situs Makam Dawa masih dapat dilacak dengan benteng atau batu-batu yang menjadi pagar situs yang masih menempel didinding.

Luas bangunan Makam Dawa kira 8 x 20 m dikelilingi sebuah selokan air dari arah utara sampai selatan,
Didalam situs terdapat empat makam yang berukuran tak lazim layaknya sebuah makam seperti yang terdapat dibeberapa daerah di tanah Jawa.

Panjang sebuah makam menurut para pemerhati situs purbakala sangat erat dengan tinggi jabatan atau kedudukan seseorang yang dimakamkan di sebuah tempat .

Bisa juga penghormatan terhadap jasa-jasa besar seseorang yang telah mengabdikan diri pada Kerajaan atau seorang tokoh besar pada masa lalu.

Namun makam juga berarti maqom (tempat) persinggahan seoang tokoh yang pernah hadir disebuah tempat kemudian diberi tandan batu nisan.

Makam dan Maqom memberi pengertian yang berbeda ,karena makam adalah tempat dikuburnya seseorang sementara maqom adalah tempat persinggahan.

Empat makam yang ada di Situs Makam Dawa,diberi tanda baru Nisan dari baru kali beberbut bulat,ada yang lempeng dikanan kirinya ditata baru-batu.

Tiga makam berjajar rapi berurutan dari timur sampai ketengah,kemudian lima meter terdapat satu makam terpisah dengan ukuran yang hampir sama.

Makam pertama disebelah timur berdasarkan penuturan Pak Warkam sebagaimana mengutip keterangan juru kuncen dan kesepuhan desa Kebumen serta para peziarah pada jaman dahulu merupakan makam Raja Brawijaya.

Sementara dua makan urutan kedua dan ketiga tidak diketahui namanya, sedangkan yang berada iujung barat yang terpisah adalah makam seorang puteri.

Dikanan kiri makam pada jaman dahulu disebelah utara terdapat 3 pohon pasang ,pojok barat selatan terdapat pohon rau lalu ditengahnya sebelah selatan makam terdapat 2 pohon pasang ,Dan dipojok timur selatan makam terdapat Menteng.

Pohon-pohon pasang,pohon rau dan pohon menteng yang menjadi peneduh makan rata-rata berusia ratusan tahun dan suasana makam sangat sejuk ,rapi ,yang ada hanya tumbuhan lumut disekitar makam.

Untuk menuju perbukitan Situs Makam Dawa,semula terdapat jalan berundak dari arah selatan 50 meter dari pemukiman warga,lagi-lagi jalan itu sudah rusak ,hanya bekas-bekas batu-batu yang sudah berserakan.

Karangnangka 14 September 2016


Mulyono Harsosuwito Putra
Ketua Institut Studi Pedesaan dan Kawasan
Sumber:
Wawancara langsung dengan Pak Warkam dan kunjungan ke lokasi Situs Makam Dawa Hari Selasa 14 September 2016

0 comments:

Post a Comment