Artikel Terbaru

Friday, October 14, 2016

Sosok Muda Inspiratif Abdul Azis Haris Petani "Si Cowboy" Tabulampot asal Desa Losari Purbalingga



Menurunnya minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian tiap tahun terus menurun sejak era 70 –an sebagai akibat derasnya industrialisasi di Kota –kota  besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, 

Dengan di bangunnya pabrik-pabrik besar berbasis teknologi tinggi menjanjikan penghasilan yang cukup menjanjikan setiap bulannya tanpa harus berkubang dengan tanah, lumpur  ,kotor.

Industrialisasi membawa arus urbanisasi anak-anak muda di pedesaan yang terbiasa dengan dunia pertanian yang berpuluh-puluh tahun , turun temurun beramai-ramai hijrah ke Kota-kota besar mengadu nasib dan mengubah jalan hidup keluar dari dunia pertanian yang mulai dianggap tidak menarik dan bergengsi.

Perubahan paradigma masyarakat muda pedesaan berbondong-bondong ke kota besar menimbulkan kekurangan tenaga pertanian terdidik hanya menyisakan generasi tua yang mulai termakan usia dengan bertani seadanya tanpa disiplin ilmu pertanian yang cukup.


Merosotnya harga jual hasil tanaman menjadi salah satu faktor penyebab generasi muda pedesaan tak lagi tertarik bergelut bidnag pertanian karena tidak menguntungkan secara ekonomi maupun status sosial.

Tapi bagi Azis dunia pertanian tetap menjadi menjadi pilihan hidupnya meski teman-teman di desanya pergi merantau ke kota besar dia memilih bertani di kampungnya sembari menekuni dunia perdagangan dikombinasikan agar menjadi petani dapat mengenal perkembangan pasar hasil budidayanya.

Berkebun sudah mendarah daging sejak masih kanak-kanak karena lingkungan keluarganya berasal dari keluarga petani di Desa Losari Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga. 

Pria berusia 40 tahun lulusan STM Pertanian Klampok Banjarnegara bernama lengkap Abdul Haris Jamalludin sampai saat ini tetap eksis menekuni pertanian dengan menanam tanaman buah-buahan seperti kelengkeng, durian,jambu biji, jambu air,jeruk

.Di Kebun Mini miliknya di Desa Losari Kecamatan Rembang,Kabupaten Purbalingga disamping mengembangkan budi daya menggunakan metode budi daya Tabulampot (Tanaman Buah Dalam Pot).

Kesunggguhan dan ketekunan menjadi pijakan hidup Ayah tiga anak laki-laki hasil pernikahan dengan Alumnus Fakultas Ekonomi Unsoed 1995 Mulyanti SE. Keberhasilan mengelola Kebun Mininya di Desa Losari Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga

Dan usaha dagangnya dapat mencukupi kebutuhan hidup keluarganya dan terus  berkembang melebarkan sayapnya ke  Pulau Kalimantan melihat potensi lahan yang masih murah serta peluang yang sangta prospektif 8 tahun yang silam dengan menanam pala,kelengkeng dll .

Setiap beberapa bulan sekali terbang ke Kalimatan menengok Kebun miliknya dan kembali lagi ke Purbalingga merawat Kebun Mini di desa kelahirannya, Kang Azis kini hidup damai bersama istri tercintanya  dan anak-anaknya di Perumnas Penambongan Purbalingga jl Teratai putih No112.

Latar belakang pendidikan STM Pertanian HKTI Klampok dan beberapa kurusu BLK Klampok sangat mendukung  dalam menekuni budidaya  tanaman dengan membuat Pupuk Hayati serta Zat Perangsang Tumbuh (ZPT) hasil racikannya sendiri yang telah sukses digunakan untuk kebutuhan tanamannya stumbuh subur cepat berbuah dan aman dikonsumsi.

Keberhasilan membuat Pupuk Hayati dan ZPT makin lama makin dikenal oleh teman-temannya sesama pertani sehingga mulai mendapat pesanan . Permintaaan Pupuk Hayati dan ZPT tambah hari tambah pemesannya mengaharuskan Kang Azis membuat dalam jumlah yang lebih besar.

0 comments:

Post a Comment