Artikel Terbaru

Thursday, October 13, 2016

Sosok Muda Inspiratif H.Gumuk.Sutopo,S.Sos.Pengrajin Jenang Berkah,Jenang Inovasi Tiada Henti



Menekuni pembuatan Jenang.makanan tradisional khas Jawa menjadi pilihan alumnus FISIP Unsoed Purwokerto 1994  yang mempunyai nama lengkap H Gumuk Sutopo,SSos telah dijalani puluhan tahun bersama istri tercintanya Susi Riyati

Meneruskan usaha yang telah dirintis oleh kakeknya Bapak Tohari tahun 1980 dengan mempertahankan resep asli karya kakeknya membutuhkan kesabaran,keuletan dengan segmen pasar yang tak lagi berjaya seperti puluhan tahun yang silam 

Saat masyarakat pedesaan belum tergerus kue-kue buatan pabrik maupun maraknya kue dan jajanan manca negara yang deras menggusur makanan atau kue tradsional seperti jenang,ketan, wajik yang dulu menjadi makanan utama  disajikan saat hajatan pernikahan,sunatan.dll.

Jenang Berkah merupakan nama produk utama disamping membuat wajik ketan rasa pandan,wajik gula jawa dan madu kesirat, yaitu campuran jenang dengan dengan parutan kelapa. 

Nama “Berkah” merupakan inspirasi dari kakeknya saat istrinya Susi Riyati mempunyai keinginan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci akan tetapi tak mempunyai bekal sehingga kakeknya memberikan warisan berupa resep berupa cara-cara pembuatan jenang.

Jenang Berkah milik pria berusia 45 th itu mempunyai pangsa pasar yang cukup banyak baik karena telah memiliki cukup banyak pelanggan sejak jaman kakeknya yang menjadi pengrajin jenang. Bahan dasar 

Jenang Berkah terdiri dari : gula jawa, gula pasir, beras ketan,minyak kelapa dan bahan-bahan penunjang lainnya senantiasa dipertahankan kualitas rasa dan aromanya dan terbukti pesanan mengalir dari berbagai lapisan masyarakat

Baik Desa Cikawung ,tetangga desa  baik untuk hajatan ,oleh-oleh saat mudik lebaran maupun para TKI dan TKW yang pulang kampung dibawanya ke negeri tempat kerjanya di Taiwan dan Hongkong

Jenang berkah mempunyai keunggulan masih bisa bertahan disimpan di Freezer selama 1 bulan lamanya tanpa bahan pengawet.Keistimewaan Jenang Berkah lainnya  bahan dasar terutama gula jawa diambil langsung dari petani sehingga terjamin keaslian dan aman bagi kesehatan.

Kang Kaji Gumuk ,begitu panggilannya terus melakukan inovasi baik dari bentuk kemasan agar tak ketinggalan zaman menyesuaikan dengan diri dengan model kemasan makanan modern agar kelihatan cantik dan menggoda para pembelinya. 

Usaha memperluas pemasaran dilakukan dengan menggunakan piranti teknologi informasi media sosial seperti facebook,WA,BB,dll yang kini telah menjadi bagian peradaban manusia di seluruh pelosok kota sampai ke desa-desa.

Outlet Jenang Berkah  terletak di Jl Kebon Jambe Rt 05 Rw 01 Desa Cikawung Kecamatan Pekuncen sekitar 50 m sesudah pertigaan Jalan Raya Purwoketo-Jakarta  sehingga mudah dijangkau apabila pembeli berminat Jenang buatan Ketua IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Kecamatan Pekuncen.dan Takmir Masjid Baitturrahman Desa Cikawung

Tak hanya berkukat dengan usaha Jenang Berkahnya, Kang Kaji Gumuk juga mempunyai mebuka Toko Sembako dan menjadi pengepul gula kelapa merk Gunung Cau yang sudah sangat populer di Kecamatan Pekuncen dan sekitarnya.

Gunung Cau identik dengan almarhum ayahnya H Sudi yang telah merintis dari usaha kecil dengan usaha keras sampai berkembang dengan permintaan gula merah maupun gula kristal

Untuk  kebutuhan pasar lokal  maupun regional dan nasional dan produknya sejak dulu telah diekspor ke beberpa manca negara atas permintaan rekan usahanya di Jakarta.

Naiknya pamor obyek wisata Curug Nangga desa Petahunan yang menjadi obyek baru tujuan wisata dengan air terjunnya berutingkat 7 yang sangat eksotis nuansa alam pegunungan yang masih asli dijadikan peluang menarik dengan melakukan penataan 

Oulet Jenang Berkah agar terlihat oleh wisatawan yang akan naik ke desa Petahunan begitu pula saat turun dari Curug Nangga dapat singgah membeli Jenang Berkah sebagai oleh-oleh pulang ke rumah para wisatawan.

Melakukan perubahan terus menerus dalam berwirausaha adalah kata kunci agar tetap eksis di tengah persaingan usaha yangcukup ketat,

Ya Jenang Berkah, Jenang Inovasi Tiada Henti


Karangnangka 13 Oktober 2016 

0 comments:

Post a Comment