Artikel Terbaru

Friday, October 14, 2016

Sosok Perempuan Muda Inspiratif Marizka Latief Bunda PAUD Pebisnis Craft Indie



Mengubah mentalitas kerja menjadi wirausaha memerlukan ketekunan, kesabaran,keuletan dan kerja keras memakan waktu cukup panjang.

Tak gampang memang, saat masih bekerja yang dia lakukan berangkat pagi sampai sore dengan jenis pekerjaan yang harus dilakukan sesuai dengan pertauran perusahaan dengan penghasilan yang sudah ditentukan dengan gajih tiap bulannya .

Begitu yang dilalui  tipa hari, tiap minggu, tipa bulan sampai tahun ke tahun berkutat dengan rutinitas. Si bungsu “7 Bersaudara” pasangan Abdul Latief dan Umiyati merintis usahan kerajinan tangan atau craff empat tahun yang silam ,

Alumnus DII Perpustakaan Universitas Terbuka 2013 bernama Marizka Latief memberanikan diri terjun dunia enterpreuner sesudah meninggalkan tempat kerjanya di PT Sanyo Jaya Componet Bekasi karena ingin tantangan baru.

Memilih usaha Industri kreatif kerajinan tangan berskala kecil atau Craft Indie sebagai usaha yang tengah berkembang di Indonesia sesuai perkembangan daya beli masyarakat yang makin meningkat. 

Ide menekuni kerajinan tangan kreatif Craft Indie dilakukan sesudah membaca peluang bisnis yang belum banyak dilakukan banyak orang dan pesaingnya belum begitu banyak. 

 Tak butuh modal keuangan banyak mengawalinya, ratusan ribu rupiah dibelanjakan membeli  bahan-bahan dasar yang dibutuhkan menyesuaikan diri dengan berbagai produk karyanya seperti assesoris, pernik-pernik kue craff ,pencilase caharakter , pencil charakter dengan brand LOO craft.

Proses pembuatan sangat sedehana pertama tama membuat gambar pola di atas kain fanel kemudian digunting  dan dijahit dengan teknik tusuk feston, Untuk menghias character

,Lu begitu panggilan sehari-hari gadis single kelahiran Kranggan 17 Juli 1989 menggunakan kreasi sendiri karena saat itu masih terkendala peralatan yang dimilikinya belum mempunyai mesin Printer. 

Tak menyerah dengan segala kekurangan yang ada, untuk menjahit mengggunakan mesin jahit milik kakaknya Umi Kulsum ,Sistem yang dipakai dalam memproduksi adalah “made by order” jika ada pesanan baru akan membuat  kerajinan tangan yang dipesan lewat pembelinya dan membuat kreasi sendiri menangkap peluang pasar seperti event Lebaran,Piala Dunia, HUT RI dll ,

 Menjadi seorang Crafter harus selalu tanggap terhadap dinamika pasar yang selalu berubah karena segmen pasar utamanya anak-anak muda .

             Sistem Online yang digunakan Bunda Paud Sejahtera Desa Karnggan Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas menjadi andalan dalam menjemput pembelinya melakukan  promosi melalui media sosial Fb,Twitter, WA,Instagram , membuat Halaman Fb LOO Craft Belanja/Eceran dan htpp//www.loocraft.zulbis.com  agar mudah dikenal produk-produk yang dibuat dan dijual.

             Pasar produknya banyak diminati anak-anak muda dengan dinamika perkembangan hidupnya yang secara umum gemar mengoleksinya peralatan dan perlengkapan alat tulis, tas, dompet dan asesoris lainnya dengan beraneka macam kreasi menarik ,modern, dan bergaya.
             
             Banyak produknya dipesan para pembelinya Kota Purwokerto,Purbalingga Bandung, Surabaya, Malang, Jakarta ,Yogyakarta, Solo di Pulau Jawa  , Pulau Sumatra, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi dll dengan sistem transfer dalam pembayaraannya. 

             Menjaga mutu produk kerajinan tangannya menjadi prioritas utamanya disamping menjaga kepuasaan pelanggan dengan mengirimkan barang tepat sesuai waktunya.

             Marizka Latief tak hanya berbisnis Craft Indie, juga mempunyai bisnis lainnya yaitu menjual pulsa secara online dari berbagai operator seluler seperti Telkomsel,Indosat,Axis,XL melalui htpp//www.grosirpulsabanyumas.blog spot.com .

0 comments:

Post a Comment