Artikel Terbaru

Thursday, October 13, 2016

Sosok Petani Inspiratif Pak Haji Lukito Petani Lada Teladan Nasional asal Lampung Timur


Lampung sejak jaman dahulu sudah dikenal ke manca negara bersama daerah Bangka menjadi penghasil komoditas tanaman rempah-rempah yaitu lada atau merica.(Piper nigrum L)

Dua provinsi di pulau Sumatera itu menjadi centra tanaman asal Ghots India yang dibudidayakan secara massal oleh petani lada yang ada diwilayah itu.

Lampung dikenal dengan lada hitamnya sementara Bangka dikenal dengan lada putih. Sebenarnya antara lada putih dan lada hitam sama sama hasil produksi tanaman lada Hanya saja yang membedakan cara pemetikan dan pengelolaan pasca panen.

Pada lada hitam pemetikan dilakukan apabila buah sudah berwarna hijau tua dan bila dipijit akan mengeluarkan cairan putih atau sudah mencapai stadium buah tua di pohon.


Buah lada yang sudah mencapai stadium buah tua ditandani dengan dompolan buah terdiri dari atas 2% buah lada merah, 23% buah lada kuning  dan 75% buah lada hijau.

Pada lada hitam akan dilakukan pemetikan apabila buah sudha berwarna kuning sampai merah dan setiap dompelan terdiri dari atas 18% buah lada merah, 22% buah lada kuning dan 60 % buah lada hijau.

Penanganan pascapanen lada hitam melalui tahapan perontokan, pengeringan ,permbersiahn dan sortasi, Pengemasan dan penyimpanan

Sedangkan penanganan pasca panen lada putih melalui tahapan :perendaman ,Pembersihan (Pencucian) ,pengeringan, pencucan dan sortasi  dan penyimpanan hasil.


Salah satu petani lada hitam di provinsi lampung yang sukses dan di kenala meluas secara regional,nasional dan manca negara adalah Pak Haji Lukito.

Pak Haji Lukito merupakan penduduk warga RT 18 RW 05  Desa Sukadana Baru Kecamatan Marga Tiga Kabupaten Lampung Timur kelahiran Desa Songgom Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes pada tanggal 14 Mei 1958.

Perjalanan hidupnya cukup menarik karena Pak Haji Lukito bukanlah pribadi dengan pendidikan yang tinggi ,beliau hanya mengenyam pendidikan Sekolah Dasar.

Pak Haji Lukito pindah ke Lampung Timur mengikuti kedua orang tua Bpk Sumoro dan Ibu Masitoh  bersama 9 saudara kandungnya pada tahun 1965.

Saat itu ia masih kecil tak mengerti mengapa kedua orangtuanya harus hijrah dari Desa Songgom Kecamatan Songgom Kabupaten Brebes ke pulau Sumatra tepatnya di Kabupaten Lampung Timur

Ketika usia semakin dewasa semakin mengerti dan memahami mengapa bapak ibunya memilih menetap di Lampung Timur agar kehidupan keluargnya lebih mapan ,damai dan sejahtera,

Pilihan hidup  itu ternyata terbukti benar dikemudian hari berkat kerja keras, mau belajar,berantanya dan bergaul dengan semua kalangan,baik petani,penyuluh ahli pertanian, pejabat  pejabat pemerintahan.

Pak Haji Lukito anak lelaki putra Bpk Sumoro dan Ibu Masitoh menjadi pribadi yang tangguh. disegani dan menjadi panutan petani lada di Kabupaten Lampung Timur.

Memulai berkebun Lada pada tahun 1980 dengan menyewa kebun milik tetangga di Desa Sukadana Baru dengan luas 2 hektar.

Bertahun-tahun hidupnya dihabiskan dengan membudidayakan lada dengan vaietas Natar 1 yang menjadi tanaman lada dibudidayakan di desanya.

Hasil Jerih payahnya dikumpulkan untuk kehidupan sehari-hari kelurganya dan juga ditabung untuk membeli sebidang kebun agar tak lagi menyewa pada tetangganya.serta menyisikan buat tabungan Ongkos Naik Haji (ONH)

Mulai tahun 2000 Pak Kaji Lukito berhasil mandiri berkebun lada menggunakan kebun miliknya seluas 2 ha dikelola bersama istrinya Ibu Maryati dan kedua anaknya.

Meananm lada membutuhkan keuletan, kesabara, dan ketekunan oleh karena tanaman memerlukan perawatan yang sangat komplek sejak mulai pengolahan tanah, pembuatan lobang,pemasangan tajar,pembuatan bibit.

Dan tak kalah pentingnya saat menanam bibit merica ,pemupukan,penyiangan ,pennaggulangan hama dan penyakit serta masa panen dan pasca penen semuanya harus diperhitungkan dnegan sangat matang.

Produksi kebun lada Pak Kaji Lukito setiap hektar berkisar 2.5-3 ton /ha sesudah melalui proses penanagan pasca panen menjadi lada hitam.

Lada hitam hasil panen milik Pak Lukito dijual pada pedagang yang datang ke rumahnya di Desa Sukadana Baru dengan harga yang cukup tinggi bahkan menjadi rebutan beberapa tengkulak dari luar daerah seperti Jakarta.

Pada tahun 2003 bersama sahabat-sahabatnya petani lada di Desa Sukadana Baru,Pak Haji Lukito membentuk Kelompok Tani Sidorukun dengan jumlah anggota 20 petani dengan luas areal kebun lada 50 ha.
Kelompok Tani Sidorukun dibentuk sebagai ajang berkomunikasi,berbagi informasi dan pengetahuan seputar budidaya lada dan pemasaran,

Tetapi juga dimaksudkan untuk meningkatkan kemajuan para anggotanya sehingga semakin mudah berinterkasi sesama anggota,dengan pemerintahan , ahli tanaman lada,lsm dan pemerintah pusat.


Dibawah kendali Pak Haji Lukito,Kelompok Tani Sido Rukun menjadi kelompok tani paling berhasil dalam budi daya lada di Kabupaten Lampung Timur ,Propinsi Lampung dan Tingkat Nasional dengan ditandai pemebrian penghargaan kepada Pak Haji Lukito dan Kelompok Tani Sido Rukun.

Pak Haji Lukito  pada tahun 2011 mendapat Penghargaan Petani Teladan Nasional Bidang Pangan dari Presiden Susilo Bambang Yudoyono.dan dari Bupati Lampung Timur.

Di tingkat Internasional Pak Haji Lukito pada tahun 2011 mendapat penghargaan Petani Lada Tebaik Internasional  dari Komunitas Lada Internasional atau International Peper Comunity

Kemudian tahun 2012 mendapat pernghargaan menjadi petani lada terbaik tingkat nasional Piagam 2012 IPC Award Best of Farmer From Indonesia;

Tahun 2015 mendapatkan IPC Award 2015 Best of Farmer di Malaysia dan sejumlah penghargaan Piagam dan Piala diterima bapak dua anak itu.

Kebun lada miliknya yang luasnya 5 ha dan Kelompok Tani Sido Rukun menjadi tempat kunjungan petani ,pejabat,peneliti, pengusaha, mahasiswa baik yang datang dari propinsi Lampung,Sumatera Jawa Kalimantan,Sulawesi untuk belajar budidaya lada pada Pak Kaji Lukito.

Beberapa minggu yang lalu Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito berkunjung ke Desa Sukadana untuk melihat dari dekat kebun lada miliknya dan Kelompok Tani Sido Rukun Desa Sukadana .

Menteri Pedagangan  beserta rombongan dari Jakarta didampingi DPR RI pejabat Pemprov Lampung,Bupati Lampung Timur Dr,Hj Chusnunia Chalim DPRD Lampung Timur ,Kepala Dinas dan pejabat terkait

Pak Haji Lukito adalah sosok pribadi yang ramah suka bergaul dan mudah diajak komunikasi dengan siapapun baik urusan lada  dan kemasyarakatan.

Menurut Pak Haji Lukito hidup harus saling berbagi, kepada sesama,karena dengan semakin banyak saudara semakin banyak pula rejeki dan sahabatnya.

Karangnangka 13 Oktober 2013

Mulyono Harsosuwito Putra
Ketua Institut Studi Pedesaan dan Kawasan


Sumber;
Wawancara via telpon pada tanggal 12 Oktober 2016 dengan Pak Haji Lukito langsung dari Desa Sukadana Lampung Timur.

1 comment: