Artikel Terbaru

Friday, October 27, 2017

Banyumas Pertaruhan PDI P Menjelang Pemilukada 2018

Kang Mul , Suara Purwokerto |
Catatan Politik Kang Mul  :   Banyumas Pertaruhan PDIP Menjelang Pemilukada 2018
Catatan Politik Kang Mul 
Banyumas Pertaruhan PDIP Menjelang Pemilukada 2018

DPC PDIP Banyumas pekan lalu secara resmi menutup pendaftaran balon Bupati dan Wakil Bupati Banyumas dengan menghasilkan 6 balon Bupati dan 5 Wakil Bupati. 

Partai pemenang Pemilu Legislatif 2014 dan penguasa kursi mayoritas DPRD Banyumas membuka pendaftaran lebih awal dibandingkan parpol lainnya dalam rangka Pilkada Banyumas 2018.

PDIP Banyumas sangat serius mempersiapkan diri menyambut pesta demokrasi pemilukada Banyumas yang akan digelar tahun depan dan menjadi taruhan terakhir di Karesidenan Banyumas sesudah kekalahan yang diderita PDIP di Banjarnegara dan Cilacap  dalam Pilkada Serentak bulan Februari 2017 .  

Bahkan secara nasional Partai Berlambang Banteng yang dipimpin Megawati Soekarno Putri itu banyak mengalami kekalahan dalam Pilgub Pilwakot dan Pilbup yang dimenangkan Berlambang beringin  Partai Golkar 

Tentu tidak mudah bagi PDIP Banyumas untuk  mempertahankan diri  dengan predikat pemenang Pilkada 2013 .karena dinamika poltik sangat cepat berubah apalagi mendekati Pileg dan Pilpres 2019.

Balon Berkualitas  

Melihat nama nama Balon Bupati dan Wakil Bupati Banyumas 2018-2023 yang mendaftarkan diri lewat DPC  PDIP Banyumas sampai batas akhir pendaftaran secara umum sangat menjanjikan baik kualitas pengalaman.pendidikan dan popularitasnya.

Enam nama Balon Bupati yaitu Drs Sadewo Tri Laksono.Ir Ahmad Husein.dr Budi Setiawan.Dr.Ir.rfan Haryanto,MSc Bambang Barata Aji .dan Ir.Janardhana Tanuhito 

Sedang lima balon Wakil Bupati masing masing Dr.Dyah Estiningrum SH.MHum.Ir Agus Cholid Hasyim MT.Juli Krisdianto SE,.Subagyo,SPd,dan.Djoko Juniwarto

Dari balon Bupati dan Wakil Bupati yang telah mendaftarkan diri terdapat nama nama yang sudah dikenal dan tak asing lagi bagi masyarakat Banyumas karena menjadi pejabat,pengusaha, pengurus parpol,pengurus ormas,LSM dan lain sebainya .

Popularitas mereka menjadi nilai tambah memudahkan dalan sosialisasi 
seperti Ir Achmad Husein.dr Budhai Setiawan .Drs Tri Sadewo Laksono Ir.Agus Cholid Hasyim.MT Juli Krisdianto.Subagyo.Spd.MSi Dr.Diah Estiningrum.SH.MHum .

Beberapa nama  cukup dikenal  masyarakat Banyumas  seperti Bambang Barata Aji .dan Dr.Ir.Irfan Haryanto .Baka calon yang belum dikenal adalah Ir .Janadharna Tanuhito dan Djoko Juniwarto.

Konflik Internal 

PDIP Banyumas sejak era reformasi 1998 sampai Pemilu 2014 menancapkan kukunya menjadi parpol pemenang Pileg mengalahkan Partai Golkar yang merajai perolehan pada masa Orde Baru

Sejarah membuktikan PDIP mengalami kekalahan dalam Pilkada 2003 dan 2008.Padahal saat itu posisinya sebagai pemenang Pemilu dan menguasai mayoritas kursi DPRD Banyumas Namun dua kali kandas dalam Pilkada 2003 dan 2008 karena konflik internal Partai. 

Konflik Internal menjadi penyakit kronis menggerogoti soliditas dan kekuatan partai.Perpecahan antar kader dan pertarungan antara faksi membuat kader PDIP berlari ke luar partai dengan mendukung calon yang diusung parpol atau gabungan parpol

Pilkada 2003 PDIP berkoalisi dengan PKB mengusung pasangan Bambang Priyono -Musadad Bikry Nur kalah oleh pasangan Aris Setiono -Imam Durori yang didukung Partai Golkar dan parpol lainya,dalam pemilihan bupati /wakil bupati  yang diikuti 3 pasangan calon bupati/wakil bupati.yang masih dipilih oleh anggota DPRD Banyumas.
Lima tahun kemudian pasangan Aris Wahyudi dan Asroru Maula yang diusung PDIP kalah telak dikalahkan Mardjoko -Husein.(Marhein) yang diusung PKB.Bahkan perolehan suara Aris Wahyudi -Asroru Maula dibelakang Bambang Proyono -Tossy Ariyanto (Partai Demokrat-PKS dan PPP) dan Singgih Wiranto-Laely Mansur.(Partai Golkar-PAN)

Banyumas yang dikenal sejak dulu dengan sebutan "Kandang Banteng"  baru merasakan kemenangan Pilkada 2013 lewat pasangan Achmad Husein -Budhy Setiawan 9PDIP_PPP) unggul atas incumbent Mardjoko-Gempol  Suwandono,(Partai Golkar-Partai Gerindra -Partai Hanura) Muhsonuddin-Hendri Anggoro Budi,(PKB-Partai Demokrat) Warman Suharno-Winarni (PKS_PAN)  Toto Dirgantoro-Saefuddin ,dan Anteng Widyadi - Dwi Basuki.

Kunci kemenangan PDIP pada Pilkada Banyumas 2013 adalah soliditas disemua tingkatan kepengurusan dan antar pengurus , Satu visi dan misi mememangkan calon bupati dan wakil bupati yang diusung PDIP bersama koalisinya PPP.

Mencermati gelagat ketidak harmonisan antara dua kader PDIP yang menjadi Bupati dan Wakil Bupati Banyumas yang berkembangselama ini bukan tidak mungkin kejadian Pilakada 2003 dan 2008 akan terulang lagi.

Jika acuannya pendaftaran bakal calon bupati yang mendaftar maka semakin membuktikan dugaaan ketidakharmois  benar adanya meskipun belum tentu benar seluruhnya

Keretakan antar kader bakal berimbas pada konflik kepentingan berujung perpecahan ditubuh PDIP Banyumas.

Banyak kemungkinan yang akan terjadi sesudah penutupan  pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati ,Bisa saja arus dukungan bawah terhadap salah satu balon kemudian tidak mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP menjadi medan awal keretakan parpol Moncong Putih.

Karangnangka 03 September 2017

Mulyono harsosuwito Putra 
Ketua Institut Studi Pedesaan dan Kawasan

0 comments:

Post a Comment