Artikel Terbaru

Friday, October 27, 2017

PKB Tetap Menarik dan Menjadi Kuda Hitam Pilkada Banyumas 2018


Kang Mul, Suara Purwokerto |
Catatan Politik Kang Mul: PKB Tetap Menarik dan Menjadi Kuda Hitam Pilkada Banyumas 2018




Setelah PDiP kini giliran PKB Banyumas  hari ini Jumat 25 Agustus 2017  secara resmi  membuka pendaftaran penjaringan balon Bupati dan Wakil Bupati Banyumas dalam rangka Pilkada 2018

Parpol yang mempunyai 7 anggota leslatif di DPRD Banyumas sesuai dengan aturan perundang-undangan undangan tak dapat mengusung sendiri calon bupati dan wakil bupati karena batas minimal sebuah parpol yaitu 10 kursi DPRD .

Salah satu opsi yang wajib dilakukan PKB adalah melakukan koalisi dengan parpol lain agar dapat mengusung calon bupati dan wakil bupati. 

PKB meskipun kekurangan kursi 3 kursi tetap menjadi pilihan favorit dan menarik balon Bupati dan Wakil Bupati Banyumas sesudah PDIP disamping Partai Golkar dan Partai  Gerindra.

Parpol berbasis utama warga Nahdliyyin itu  mempunyai kenangan sejarah indah saat memenangkan Pilkada langsung 2008 untuk pertama kalinya digelar dengan mengusung pasangan Matdjoko-Husein (Marhen).

Pasangan Marhen diluar dugaan membuat kejutan dan sukses  mengalahkan pasangan favorit utama Bambang Priyono -Tossy Ariyanto dan juga pasangan Singgih Wiranto - Laely Mansyur yang diunggulkan sebelum pilkada dilaksanakan saat itu.

PKB pada Pilkada Banyumas 2013 berkali si  dengan Partai Demokrat memgusung pasangan Muhsonuddin -Hendri Budi Anggoro(MURI)  namun tak mampu menandingi pasangan Incumben Ahmad Husein -Budhi Setiawan (Husein Berbudi) dan pasangan Mardjoko -Gempol Suwandono.

Berkaca dari Pilkada 2008 dan 2013 tampaknya PKB akan memilih mengusung sendiri calon bupati dan wakil bupati dengan berkoalisi dengan partai lain.

Bisa saja PKB membangun loalisi dengan Partai Demokrat,Partai Golkar,Partai Gerindra ,PAN ,Partai Nasdem,PPP,dan PKS karena dinamika poltik sangat cair dan selalu berubah rubah setiap detikmya.

PKB  pasti sudah melakukan kalkulasi politik dengan pilihan plan A dan.B Skenario. Koalisi minimalis (A) dan Koalisi Gemuk (B) sudah diperhitungkan untung dan ruginya.

Koalisi Minimalis adalah membangun koalisi dengan satu parpol yang mempunyai kursi legislatif dengan jumlah 3.4 dan seterusnya untuk memenuhi persyaratan pencalonan pasangan calon .

Ada kemungkinan PKB koalisi dengan PAN sebagaimana komunikasi politik yang berkembang selama ini antara petinggi dua parpol yang dimotori Ketua DPC PKB Chabib  Mafudz dan Ketua DPD PAN Ariel Haryanto.

Sedangkan koalisi Gemuk atau Koalisi Besar dilakukan PKB dengan mengusung calon bupati dan wakil bupati berkalisi dengan banyak parpol baik yang mempunyai kursi di DPRD Banyumas maupun parpol non parlementer.

PKB sesudah membuka pendaftaran balon Bupati dan Wakil Bupati  harus ekstra keras melakukan komunikasi politik daya to day untuk merealisasikan niatnya agar tak terlambat mencari patner koalisi.

Sedikit saja lengah akan kesulitan membangun koalisi karena parpol juga punya keinginan sama terutama parpol selain PDIP.

Karangnangka  25 Agustus 2017 

Mulyono Harsosuwito Putra 
Ketua Institut Studi Pedesaan dan Kawasan

0 comments:

Post a Comment