Artikel Terbaru

Friday, October 27, 2017

Manchester United Berjaya pada Awal Musim

Manchester United Berjaya pada Awal Musim



Purwokertokita.com – Raksasa sepak bola Inggris Manchester United berlari kencang pada awal musim Liga Premier Inggris dengan torehan hasil gemilang, menggilas lawan-lawanya sejak diputarnya liga tiga pekan yang lalu.


“The Red Devils” sampai pekan ketiga Liga Premeir Inggris tampil sempurna dan belum terkalahkan sekalipun, sangat kontras bila dibandingkan dengan Chelsea dan Arsenal yang sudah tergelincir dikalahkan lawannya.

Hanya Liverpool dan Manchester City yang mengikuti jejak Manchester United belum mengalami kekalahan. Namun belum bermain maksimal, hanya dua kali menang dan sekali seri. Liverpool mulai menjadi ancaman serius Manchester United usai menenggelamkan Gudang Peluru Arsenal 4-0 pada pekan ketiga, menempel ketat Setan Merah di singgasana klasemen sementara Liga Premier Inggris dengan selisih dua angka.

Manchester City masih belum on fire dengan kompisisi skuad terbarunya. Klub ini belum menemukan formula yang diharapkan pelatih Pep Guadiola karena tak sesuai dengan belanja besar-besaran yang dilakukan pada bursa transfer musim ini dengan menggaet beberapa pemain bintang, bahkan dengan banderol cukup mahal.

Manchester United di bawah polesan pelatih bertangan dingin “The Special One” Jose Mourinho, sukses menyapu bersih tiga pertandingan yang sudah dilakukan tanpa kebobolan. Meraih angka penuh 9 angka menjadi pemimpin sementara kompetisi sepakbola paling populer sejagad Liga Premier Inggris musim kompetisi 2017-2018.

West Ham United menjadi korban pertama kedigdayaan Antonio Valencia dan kawan-kawan. Digelontor 4 Gol tanpa balas saat memainkan laga pertama Liga Premier Inggris yang digelar di Stadion Old Trafford Manchester. Penyerang anyar Romeu Lukaku sukses menjawab kepercayaan Mourinho dengan mengemas dua gol. Dua gol lainnya diciptkan Anthony Martial dan Paul Pogba.

Pada pekan kedua laju kencang “Setan Merah” tak terbendung. Tuan rumah Swansea City giliran dibikin tak berdaya dan dipencundangi 4-0 di hadapan pendukung fanatiknya di Swansea City Liberty Stadiium (19/8/2017). Empat gol kemenangan dilesatkan Eric Bailly, Romeu Lukaku, Paul Pogba dan Anthony Martial.

Sukses mengalahakan West Ham United dan Swansea City, terus berlanjut dengan Leycester City 2-0 di Stadion Old Trafford (28/8/2017). Dua gol kemenangan “Setan Merah” dihasilkan dua pemain pengganti Marcus Rashford dan Jesse Lingrad menyudahi perlawanan “The Foxes “ yang bermain disiplin dan menyulitkan armada asuhan pelatih mantan FC Porto Portugal, Chelsea FC Inggris, Inter Milan Italia dan Real Madrid Sanyol.

Tiga kemenangan manis membuat Manchester United menjadi favorit yang digadang bakal menjadi juara Liga Premier Inggris musim ini, diikuti Manchester City, Chelsea dan Liverpool.
Perubahan pemain yang dilakukan Jose Mourinho dengan menggaet Romeo Lukaku, Nemanja Maic dan Victor Lindeloff di bursa transfer musim untuk memperbaiki kelemahan Manchester United pada musim lalu mulai menuai hasil.

Kehadiran Romeo Lukaku sangat vital menggantikan posisi yang ditinggalkan pemain gaek asal Swedia, Zlatan Ibrahimovic yang masih berkutat dengan cedera panjang. Pemain timnas Belgia itu mampu menjawab keraguan banyak pihak, tampil produktif sudah mengemas 3 gol sesuai dengan harga tinggi saat dibeli senilai 106 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,8 Trilyun.

Lukaku memang mahal harganya berkat penampilan brilian musim lalu, saat memperkuat The Toffes Everton menjadi runner up top scorer Liga Premier Inggris. Dia berhasil menorehkan 24 gol dalam 36 pertandingan, berselisih 1 gol dari bomber Totenham Hotspur, Hary Kane yang menjadi pencetak gol tersubur dengan mengemas 25 gol.

Masuknya Nemanja Matic yang digaet dari Chelsea menjelang berakhirnya bursa transfer berakhir sangat terasa bagi Manchester United. Nemanja Matic sangat piawai mengawal sektor tengah, bekerjasama dengan Paul Pogba beroperasi menjelajah ke semua area, membantu pertahanan dan mensuply aliran bola dengan assist terukur menjanjikan barisan penyerang.

Satu pemain gress yang didatangkan dari klub Portugal Benfica, Victor Lindelof yang dibeli dengan harga 31 juta poundsterling masih belum bisa diturunkan pada awal musim kompetisi Liga Premier Inggris, karena membutuhkan waktu lama beradaptasi seperti pernah dijalani Henrikh Mkhitaryan musim lalu.

Jose Mourinho sangat puas dengan penampilan anak asuhnya karena kedalaman skuad Manchester United sama baiknya antara pemain inti dan pemain cadangan. Terbukti pemain cadangan yang diturunkan menjadi pemain penganti sukses memainkan perannya.
Antony Martial dua kali diturunkan menjadi pemain pengganti suskes mencetak gol di dua laga, yakni saat Manchester United menjamu West Ham United dan laga tandang menghadapi Swansea City.

Begitu pula penampilan pemain belia timnas Inggris Marcus Rashford dan Jesse Lingrad, sama baiknya ketika dipercaya menjadi pemain pengganti. Sukses mencetak gol kemenanagan saat Manchester United menekuk Leycester City 2-0 pada pekan ketiga.

Secara keseluruhan, penampilan sempurna pasukan arahan pelatih berpaspor Portugal memberi harapan manajemen dan penggemar fanatik Setan Merah di seluruh dunia yang haus gelar sejak kepergian pelatih legendaris asal Skotlanida, Sir Alex Fergusson yang memilih pensiun pada tahun 2013.

Sejak kepergian Fergusson, Manchester United pelan-pelan mengalami kemunduran prestasi, gagal mendulang gelar juara Liga Premier Inggris. Meski sudah mendatangkan pelatih berkelas sekaliber David Moyes dan Louis van Gaal, namun tak mampu mengangkat kejayaan Setan Merah. Walaupun telah jor-joran menggelontorkan uang cukup banyak menggaet pemain bintang.

Louis van Gaal hanya berhasil mempersembahkan gelar juara Piala FA, tak sebanding dengan dana yang telah dikeluarkan pihak manajemen dan akhirnya dipecat pada akhir musim 2015-2016, karena dianggap gagal menangani Manchester United.

Jose Mourinho menjadi pelatih ketiga usai pensiunnya Sir Alex Fergusson digadang-gadang mampu menangani dan memperbaiki Manchester United mempersembahkan banyak gelar juara. Mourinho dikenal sebagai pelatih cukup sukses menangani sebuah klub dengan mempersembahkan gelar juara liga di setiap klub yang ditanganinya.

Mourinho tergolong pelatih sukses mengantar FC Porto (Portugal), Chelsea (Inggris), Inter Milan (Italia) dan Real Madrid (Spanyol) menjadi juara saat klub-klub yang dilatihnya sebelumnya paceklik gelar juara.

Tiga gelar juara pada musim pertamanya dipersembahkan bersama Manchester United, yakni juara Community Shield 2016, juara Piala Liga Inggris 2017 dan juara Liga Eropa 2017 serta lolos otomatis ke babak group Liga Champions, adalah bukti bahwa Mourinho pelan-pelan berhasil membawa anak didiknya bermental juara.

Jika penampilan anak buah Jose Mourinho tetap stabil sampai musim kompetisi berakhir dan tak terganggu badai cedera pemain. Sangat layak menyabet juara Liga Premier Inggris 2017-2018 dan Liga Champions Europa 2017, bahkan tidak mungkin meraih treable juara selama satu musim .
Manchester United sudah puasa gelar selama 5 tahun yang silih berganti diraih Chelsea, Manchester City dan tim debutan Leycester City. Apa lagi Mourinho biasanya sukses pada musim keduanya seperti yang dilakukan di Real Madrid dan Chelsea.

Musim kompetisi Liga Premier Inggris 2017-2018 masih panjang, mungkin terlalu dini menyebut Manchester United yang bakal menjadi juara, karena perburuan gelar akan ditentukan oleh kedalaman skuad, kebugaran dan cedera pemain, serta kenyamanan ruang ganti.

Tak kalah pentingnya kecerdikan Jose Mourinho melakukan rotasi pemain, menerapkan startegi dan taktik yang tepat sesuai dengan lawan yang dihadapiya. Oleh karena Manchester United harus bertanding di Liga Premier Inggris, Piala Liga, Piala FA dan Liga Champions Europa yang menguras fisik pemain, sehingga dibutuhkan skala prioritas target juara yang akan dicapai musim ini.

Penulis
Mulyono Harsosuwito Putra (Kang Mul)
Ketua Insitut Studi Pedesaan dan Kawasan

0 comments:

Post a Comment