Artikel Terbaru

Monday, October 30, 2017

Kebangkitan Politik Identitas


Politik Identitas menemukan ruangan habibatnya ditengah tumbuhnya suburnya demokrasi diseluruh dunia sesudah Perang Dingin antara dua negara adi daya Amerika Serikat dan Uni Sovyet yang bersaing menguasai dunia dengan dukungan sekutunya masing masing

Kebangkitan Politik Identitas jauh jauh hari teleh dideteksi oleh Cendekiawan Amerikan Serikat Samuel P Huntington dalam buku karyanya yang berjudul l The Clash of Civilizations and The Remaking of World Order pada tahun 1996.

Samuel P Hutington secara detail dalam bukunya tersebut mempaparkan transformasi pola konflik yang terjadi di politik domestik maupun global setelah perang dingin usai, dari konflik yang bersumber pada ideologi menjadi konflik politik yang berbasiskan identitas.
Poltik Global ditandai dua arus poltik yang berkembang yaitu politics of civilitation dan politik domestic yang lebih populer dengan sebutan politics of etnicity.

Politik identiti adalah tindakan politis untuk mengedepankan kepentingan-kepentingan dari anggota-anggota suatu kelompok karena memiliki kesamaan identitas atau karakteristik, baik berbasiskan pada ras, etnisitas, jender, atau keagamaan. Politik identitas merupakan rumusan lain dari politik perbedaan. Kemunculan politik identitas merupakan respon terhadap pelaksanaan hak-hak asasi manusia yang seringkali diterapkan secara tidak adil. Lebih lanjut dikatakannya bahwa secara konkret, kehadiran politik identitas sengaja dijalankan kelompok- kelompok masyarakat yang mengalami marginalisasi. Hak-hak politik serta kebebasan untuk berkeyakinan mereka selama ini mendapatkan hambatan yang sangat signifikan.(Lukmantoro:2008:2)

Presiden AS Donald Trump sukses melangkah ke Gedung Putih mengalahkan rival utamanya Hillary Clinton dengan menggunakan poltik identitas dengan mengusung tema anti-imigran dan anti-Islam dalam kampanye Pilpres AS 2016.

Trump berhasil memikat pemilih Amerika Serikat dengan pilihan politik identitas dengan memanfaatkan maraknya imigran yang memasuki negeri Paman Sam serta melonjaknya populasi warga negaranya yang beragama Islam yang dicap sebagai anacaman serius masa depan negara adi daya tersebut

Dalam kampanye Trump sangat berani dengan melontarkan gagasan sangat berani dan menantang arus banyak kalangan didalam negeri AS yang menjadi kiblat demokrasi dunia kan membangun tembok di sepanjang perbatasan dengan Meksiko untuk membendung arus imigran, dan melarang muslim dari enam negara memasuki AS.

Kemenangan Donald Trump yang sangat fenomenal diluar prediksi lembaga -lembaga surevey AS yang jauh jauh hari menempatkan Hillary Clinton dari Partai Demokrat diunggulkan menang menjadi inspirasi para calon penguasa diseluruh dunia dengan mengcopy paste kampanye Trump untuk meraih kekuasaan .

Politisi muda konservatif berbakat Austria Sebastian Kurz 31 tahun,berhasil menjadi Kanselir Austria dengan memenangi pemilu parlemen Austria selama kampanye menggunakan isu imigran dan anti Islam persis sama yang digunakan Presiden AS Donald Trump.

Ketua Partai Rakyat Austria (OVP) itu saat menjabat Menteri Luar Negeri,Austria pada tahun 2016 memerintahkan penutupan jalur Balkan yang kerap dipakai imigran memasuki Austria.
Jejak kemenangan Donald Trump dan Sebastian Kruz bergerak ke Amerika Utara saat Justin Trudeau (43 th berhassil menjadi Perdana Menteri Kanada dan Emmanuel Macron (39) menjadi Presiden Perancis dengan cara yang ditempuh Donald Trump dan Sebastian Kurz

Politik Identitas tengah booming dan akan bergerak dinamis dijadikan mesin produksi untuk memobilisasi massa memperoleh dukungan rakyat dengan target menjatuhkan lawan lawan politiknya.

Poltik Identias dijadikan topeng oleh segelintir penguasa untuk kepentingan ambisi syawat poltiknya ditengah keberagaman dan kebhinekaan masyarakat Indoensia yang terdiri dari perbedaan Suku Agama Ras dan Adat Istiadat.


Karangnagka 22 Oktober 2017

0 comments:

Post a Comment