Artikel Terbaru

Thursday, November 9, 2017

Juguran Banyumasan Sufi Gunung

Kang Daplun,sejak dulu sampai sekarang diusianya yang mulai senja merayap tetaplah setia emnggenakan sarung,kopyah membalut tubuhnya. Tak lapuk dimakan zaman begitu pria yang bermukim diperkampungan Gunung Karanggumenggeng .

Gunung Karanggumenggeng adalah ebuah dusun yang masih sunyi dikelilingi pepohonan ,sungai, dan pegunungan yang menjadi satu kesatuan indahnya alam anugerah Sang Pencipta Jagad Raya ini.

Alam Semesta adalah ayat-ayat kauniyah tempat belajar, belajar, dan belajar dalam meniti hidup dan kehidupan.mengaplikasikan ilmu-ilmu dibangku sekolah dan pesantren selama-bepuluh-puluh tahun ia jalani menjadi referensi menjalani harmonisasi hidup keseharian.

Menjadi manusia utuh atau insan kamil bukanlah perkara mudah ,ilmu mesti diperoleh dengan nasab keilmuan yang runtut dari guru-gurunya agar tak tersesat jalan keilmuannya.

Sebab banyak terjadi banyak ilmu akan tetapi ilmu tidak bermanfaat bahkan menjadi azab karena tidak diamalkan atau diamalkan malah menjerumuskan ke jurang kesesatan karena sumber literasi keilmuan dan guru-guru pengasuh keilmuan tidak jelas juntrungnya.tdak menyambung pada sumber yang original.

Menjadi manusia parpurna ,ditengah hempasan arus deras informasi dan teknologi dengan menjadikan perangkat soft ware hard ware yang bernama komputer, internet, hp,facebook, twitter, instagram dll kalau tidak cermat malah menimbulkan keterpurukan dalam tauhidnya.

Teknologi bukanlah segala-galanya, ia hanyalah perangkat pembantu umat manusia dalam peradaban yang harus terjadi, Menjauh dari teknologi atau alergi dari zaman adalah kefatalan karena hidup terus bergerak laksana roda pedati yang terus beretak mengikuti derap peradaban.

Pesan junjungan Nabi Agung Muhammad SAW"Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya' memberi isyarat agar kita tak terperosok dengan masa lalu dan menatap masa depan dengan segala perubahan-perubahan yang terjadi.

Masa-anak-anak kita pada tempo dulu tak mungkin kita terapkan sama pada anak-anak kita sekarang karena tantangan dan peradaban kehidupan berbeda dengan jaman kita lalui pada jamannya

Secara psikologis pesan Rasululoh SAW agar mendidik, mengasuh, merawat anak-anak harus up to date sesuai jamanya namun tetap menjadikan pendidikan akhlaq menjadi priroritas utama bagi orang tua agar anak anaknya kelak menjadi manusia insan kamil

Fase perkembangan anak dalam tinjauan psikologi pendidikan perlu diperhatikan karena unutk memahami, mengerti, dan pengalaman mengasuh anak-anak menuju manusia parpurna membutuhkan kesabaran,

Kang Daplun, tetaplah setia meneruskan tradisi keagaman yang sudah mendarah daging turun temurun yang diamalkan pendahulunya . Tak harus minder dengan nama Jawanya yang medok.

Menjadi Islam bagi Kang Daplun tidaklah harus tergerus dengan tradisi dan budaya Jawanya, Ia tetaplah menjadi mencintai kesenian tradisonal wayang kulit, gamelan, macapatan dll.

Baginya Islam adalah keyakinan yang utuh yang menjadi pembimbing dan petunjuk dalam melakoni hidup dan kehidupan. Kang Daplun tetaplah tersenyum, andap asor,tak mempedulikan kritikan, cacian, makian.dan cibiran yang dialamatkan padanya

Kang Daplun tetap setia dengan Kopyah nya yang hampir lima tahunan yang dipakai, warnanya hitamnya hampir tipis Namun baginya Kopyah atau Kupluk menjadi saksi ikatan dengan Sang Pencinta Alam mengabdikan diri menjalani perintah-perintahnya dan menjauhi larang-larangannya.

Wajah bening, penuh keteduhan, menjadi citra Kang Daplun meski tumpukan Kitab-kitab kuning hapal diluar kepala, juga ilmu-ilmu umum menyatu dengan sikap andap asor yang menjadi cermin kematangan dan pengalaman hidup bersama masyarakat dan umatnya.

Mengakfirkan , Memusrikan, Mensyrikan ,Membid'ahkan orang lain bukalah cara bijak memandang perbedaan dalam beragama dengan orang lain dan merasa paling benar pendapatnya
Mengkafirkan dengan memvonis orang lain masuk neraka bukanlah hak manusia, itu hak mutlak mililk Tuhan Sang Pencipta Sang Penguasa Alam Semessta Raya beserta isinya .

Manusia tidak berhak menjadi hakim tunggal layakknya Sang Pencipta. Tak boleh menuduh orang lain dengan seenaknya meskipun dalil-dalinya begitu fasih. Karena kedalaman keagamaan seseorang akan terlihat dari ahlaq yang terpuji.

Namun kefasihan bukan pancaran kedalaman keilmuan, Karena akhlaqul karimah adalah puncak tertinggi manusia parpurna, ia selaran dengan Tuhannya, ia harmoni dengan manusia, ia sinkron dengan Aam Semesta.

Semua merasa damai,semua merasa nyama, semua merasa disayangi dan dikasihi ,tidak ada yang merasa disakiti,dihina,dicaci maki dan diasingkan,Semua sejajar sebagi makhluk Tuhan yang harus dihormati, dikasihi dan disayang seperti kasih sayang Tuhan kepada umatnya.

Kang Daplun, tetpalah manusia biasa yang pernah salah dan berbuat dosa.ttetapi ia tak pernah menjadikan akalnya dijadikan Tuhan,untuk mengahikimi orang lain.Sifat pemaaf, sifat penolong, sifat murah senyum, sikap toleransi melambangkan kemampuan keilmuan dan pengalaman.hidup yang telah dijalani puluhan tahun telah mengukir deras dalam keriput wajahnya

Ya. Kang Daplun ,menjalani hidup dengan menyerahkan diri pasrah atas semua kodrat dan irodat-Nya. Manusia hanya menjalani lintasan takdir setelah dengan sekuat tenaga berikhtiar dengan segenap kekuatan yang dimiliki.

Karangnangka 08 Nopember 2017
Mulyono Harsosuwito Putra
Ketua Institut Studi Pedesaan dan Kawasan

0 comments:

Post a Comment