Artikel Terbaru

Monday, April 9, 2018

JAMBU AIR MDH (MADU DELI HIJAU)

Jambu air MDH ( Madu Deli Hijau ) namanya semakin populer ditanah air dan menjadi salah satu jenis jambu air yang banyak diburu pembudidaya dan pencinta buah buahan di Indonesia karena buahnya rasanya manis daging buahnya renyah tidak mengandung air dan lebih tahan terhadap hama lalat buah dibandingkan dengan jambu air yang lain. Dan jarang sekali kita jumpai ada larva di dalam buah jambu deli tersebut meskipun telah terkena serangan lalat buah

Jambu air madu deli hijau merupakan salah satu kultivar unggulan yang
merupakan varietas introduksi dari negara Taiwan dengan nama Jade Rose Aple yang sudah lama berkembang (± 10 tahun) di Sumatera Utara.

Jambu Madu Deli diperkirakan masuk dari Taiwan ke Indonesia tapatnya di Deli tua dibawa oleh seorang ibu yang tinggal di Deli Tua kemudian diperbanyak dan dikembangkan melaui entres oleh Pak Sunardi kemudian didaftarkan Dinar Pertanian dan memperoleh sertifikat .Sehingga Pak Sunardi menjadi penemu Jambu Air Madu Deli Hijau.

Buah jambu MDH mempunyai sifat manis, renyah dan lebih tahan terhadap hama lalat buah dibandingkan dengan jambu air yang lain. Dan jarang sekali kita jumpai ada larva di dalam buah jambu deli tersebut meskipun telah terkena serangan lalat buah

Menurut Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih IV Dinas Pertanian Sumatera Utara Medan (2012) kandungan gizi dalam 100 g buah jambu air madu deli terdapat kadar air 81,59 %, TSS 12,4 ┬║Brix, kadar vitamin C 210,463 mg/100g, tekstur daging 0,830 g/mm².

Jambu air madu deli memiliki prospek yang cukup cerah untukdikembangkan secara intensif (monokultur), karena memiliki nilai ekonomis tinggi dan sangat disukai banyak orang karena jambu ini memiliki rasa manis madu, daging buah renyah dan tidak banyak mengandung air. Dari gambaran harga jual, buah jambu madu deli ini termasuk salah satu buah yang memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi bila dibandingkan dengan harga buah-buahan lainya di pasar. Harga jual buah jambu madu deli ditingkat petani antara Rp. 25.000 s/d Rp.30.000, per kg, sedangkan dipasar swalayan atau supermarket dapat mencapai Rp.35.000 sd Rp.40.000 per kg. (UPT.BPSB, 2012)

Morfologi

Akar
Tanaman jambu air MDH tidak memiliki akar tunggang, akan tetapi tanaman ini dapat tumbuh kokoh dan kuat karena didukung oleh akar serabut yang cukup banyak, panjang dan kuat. Akar tanaman ini memiliki panjang yang dapat mencapai dua sampai empat meter dari pangkal batang dan mampu menembus tanah sampai kedalaman kurang lebih dua meter.
Batang tanaman jambu air memiliki tekstur permukaan kulit yang agak kasar, berwarna kecoklatan dengan letak percabangan dimulai dari kurang lebih 30 cm dari pangkal batang. Tanaman ini tergolong tumbuhan perdu dengan tinggi tanaman mencapai satu setengah meter.

Daun
Daun jambu air MDH merupakan daun tunggal dengan bentuk tulang daun yang menyirip, pangkal daun tumpul, ujung daun berbentuk runcing, tepi daun rata, permukaan daun yang licin, memiliki warna daun bagian atas hijau tua mengkilap, serta bagian bawah daun berwarna hijau. Tanaman jambu air ini memilki warna tangkai daun hijau muda, dengan kedudukan daun yang saling berpasangan menghadap keatas. Apabila daunnya diremas tanaman jambu ini akan mengeluarkan bau aromatik.


Bunga
Jambu air MDH berwarna hijau muda, mempunyai tabung kelopak berukuran 1 cm berwarna hijau muda serta memiliki 4 mahkota helai berbentuk bundar. Didalam bunga itu sendiri terdapat banyak benang sari berwarna putih dan tangkai putik berukuran kurang lebih 17 mm berwarna putih. Bentuk bunga apabila mekar hampir sama seperti bentuk mangkok atau tabung. Bunga tanaman jambu ini akan mekar sampai menjadi buah yang matang sekitar 60-70 hari.

Buah
Jambu air MDH memiliki rasa manis madu, berwarna hijau dengan bentuk buah nya seperti lonceng dan terkadang tidak berlekuk (berpinggang), memilki tekstur kulit buah yang halus, serta warna daging buah berwarna putih kehijauan. Daging buah jambu ini bersifat renyah dan tidak banyak mengandung air (Peter, 2011).

Syarat Tumbuh

Untuk menghasilkan pertumbuhan dan produksi yang baik, tanaman jambu air membutuhkan syarat tumbuh diantaranya adalah iklim dan tanah. Iklim
Faktor iklim yang berpengaruh dalam pertumbuhan dan produksi tanaman jambu air diantaranya adalah Curah hujan yaitu sekitar 500–3.000 mm/tahun disertai musim kemarau kurang lebih 4 bulan sehingga tanaman jambu air ini mampu menghasilkan kualitas buah yang baik. Adapun faktor iklim yang mempengaruhi pertumbuhan jambu ini yaitu cahaya matahari yang cukup. intensitas cahaya matahari yang ideal dalam pertumbuhan jambu air ini adalah berkisar antara 40–80 %. Selain curah hujan dan cahaya matahari, suhu juga mempengaruh pertumbuhan tanaman jambu air ini. Suhu yang ideal untuk pertumbuhan tanaman jambu air yaitu sekitar 18-28 derajat Celcius dengan tingkat kelembaban udara antara 50-80 % (BAPPENAS, 2000).Jambu Air MDH (Madu Deli Hijau )

Karangnangka 11 Februari 2018
Sumber :Diolah dari Literatur dan Kepustakaan
FotoAbdul Azis Puguan

0 comments:

Post a Comment